tiba tiba ada suara tanpa wujud hadir di kamar pribadi Ara
,;tidak usah di cari nduk,selendang itu sudah ada di tempat dia seharusnya,;
saking takutnya,Ana langsung melompat ke kasur,memeluk Ara
,;itu suara bu farida,ar,;ucapnya ketakutan,Ara mengangguk
Ara merasa berada di sebuah rumah,Ara menuju kamar yang ada suara,dua orang
bertengkar,Ara buru buru ke sana
,;jadi kang dani membunuh yu farida?,;tanya wanita dengan linangan airmata
,;aku terpaksa karena ingin beristri wanita cantik,bukan ondel ondel
macam dia!,;teriak balik pria itu
,;apalagi dia menolak aku menjual tanahnya pada orang kaya yang ingin
membangun villa,padahal penawarannya tinggi,jadi kamu tidak usah
memperpanjang persoalan ini,bukankah kau juga menikmati hasilnya,;ucap
pria itu mencibir
,;aku yang akan memperpanjang persoalannya!,;teriak bu Farida yang
tiba tiba ada di belakang mereka
,;syutt..srett!,;selendang warna putih itu tiba tiba menjerat leher
pria setengah baya,setelah sekian detik kesulitan bernapas,pria itu
meregang nyawa,wanita di depannya hanya bisa melongo,tak menyadari
kalau selendang itu kini mulai melilit lehernya,tak berapa lama dia
bernasib sama seperti suaminya.
Bu Farida tertawa keras
,;aku berhasil membalaskan dendam kesumatku,terima kasih ara!,;
,;ya tuhan!,;teriak ara bangun dari tidur
,;semoga hanya sekedar mimpi buruk,jika iya aku merasa bersalah kepada kedua orang itu,tapi mungkin ini sudah tadir,siapa yang menanam dia yang menuai,;ucap Ara resah.
sudah tiga bulan sejak peristiwa hilangnya selendang,Ara penasaran
dengan kabar mantan suami bu Farida,karena itu di senja yang cerah,Ara
menuju ke rumah mantan suami bu Farida di temani Lia
,;kamu tak salah alamat ara,rumah ini sepertinya sudah tidak ada yang
menempati,;ucap Lia,ketika melihat rumah di depannya yang tampak tidak
terurus,rumput di halaman sudah se dengkul orang.
saat mereka bengong ada yang menyapa
,;cari siapa dik?,;tanya wanita setengah baya di depan mereka,Ara tidak menjawab hanya telunjuknya menunjuk ke arah rumah di depannya.
,;oh..pak dani sudah meninggal dunia dua bulan lalu bersama isterinya
karena di lilit selendang setan,sejak saat itu rumah ini
berhantu,anaknya tidak ada yang mau menempati,sering ada selendang
terbang ke sana ke mari,hi..hi,;ucapnya bergidik
,
berlalu pergi.
,;ayo ar,hari hampir gelap,aku tak mau ketemu setan!,;seru Lia mulai
menstarter montor,Ara buru naik ke boncengan dan secepat mungkin Lia
membawa motornya dari tempat itu,tapi sekilas Ara bisa tangkap
pemandangan teras rumah yang ada seorang perempuan setengah baya bermain selendang,dia memandang Ara tajam.
gadis ini bergidik ngeri,dia memeluk pinggang Lia erat.
www.heniro.com
Rabu, 13 Juli 2011
Selendang Pembawa Maut(cerita horor misteri dari Serial Teratai Di Antara Tiga Hati)
Ara memandang villa villa baru yang tumbuh bagai jamur,di kiri dan
kanan hulu sungai yang hilirnya melewati daerah tempat tinggal Ara.
Ana dan Lia senam aerobik di iringi musik dangdut koplo
,;aduh an..bukan begitu gerakanmu,itu sih bukan aerobik,tapi banci
lagi jualan!,;teriak Lia jengkel
Ana cemberut sebal,maklum Ana agak kemayu berbeda dengan Lia yang tangkas
,;sudah sudah non,sore sore seharusnya jalan jalan bukan
aerobik,yuk..kita lihat villa sebelah,;ucap Ara mendamaikan kedua
sahabatnya lalu melangkah pergi menuju jembatan yang membawa mereka ke
villa seberang sungai.
walau sudah mulai maghrib,tapi mereka tetap asyik jalan jalan sambil
bercanda ketika mereka menyadari,tiba tiba daerah di sekitar mereka masuk
perkampungan penduduk
,;di mana kita,;ucap Ana memandang rumah rumah penduduk yang terbuat
dari bambu,dan ada sebuah warung sederhana dari bambu juga,di sana
banyak laki laki yang hanya memakai sarung seperti orang desa umumnya sedang minum kopi
,;malam pak!,;sapa Ana yang sama sekali tidak di tanggapi
,;somse!,;seru Lia jengkel
somse perpendekan dari kata sombong sekali
,;sudah..bukannya mereka sombong,justru curiga pada kita,lihat pakaian
mereka lihat pakaian kita,;ucapnya lembut,kedua sahabatnya memperhatikan
perbedaan mereka,Ara tersenyum geli,saat lagu yang terdengar dari radio
adalah hati yang luka dari Betharia Sonata,tapi saat mendengar suara
penyiarnya,Ara tertegun
,;baik bersama saya lagi,rosalia dari radio Rajawali,;
,,;bukankah radio rajawali adalah radio berjalur AM,yang sekarang
sudah tidak trend lagi,dan radio ini sudah mati sejak sepuluh tahun
lalu,;bisik hati Ara
,;ara..lihat,ada seorang wanita melambai tangannya pada kita!,;seru
Lia menarik tangan Ara mendekati ibu itu
,;masuklah..singgahlah di sini dulu,sudah ibu siapkan hidangan
sederhana,;ucap ibu itu bersahabat,mereka bertiga seketika terhipnotis menuju rumah sederhana itu.
sambil menikmati teh manis dan ubi jalar goreng,mereka bersenda gurau
sampai akhirnya si ibu curhat
,;kampung ini akan di gusur untuk di jadikan villa oleh orang orang
kaya di bawah sana,;
ucapnya sendu
,;jadi ibu akan pindah dari sini?,;tanya Ara
,;walau terpaksa,iya,;ucapnya lirih tapi Ara melihat kilatan amarah di matanya
,;lalu ibu akan tinggal di mana?,;tanyanya haru
,;ke kompleks perumahan di hilir sungai ini,tepatnya blok c nomer 10,;
aku tersenyum
,;wah..sepertinya kita pamit dulu bu,sudah malam!,;seru Ana memandang
jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh
,;ya sudah,ini oleh oleh dari ibu,selendang putih kesukaan
ibu,;ucapnya memberikan bungkusan pada Ara,
,;terima kasih bu,atas jamuannya dan hadiahnya,;
,;nanti sebelum pulang,kita mampir ke sini,;janji Lia
dia tersenyum manis.
sudah tiga hari mereka di villa bapaknya Ana,kini saatnya pulang,mereka
mencari kediaman bu Farida,nama yang tertulis di selendangnya untuk
memberi hadiah berupa kebaya untuknya.
setelah berputar putar di kiri sungai hanya ada deretan villa,tidak
ada lagi perkampungan penduduk
,;pak sungguh kami kemarin kesini,ada perkampungan penduduk di sini
kalau tidak salah namanya desa mulyasari,;ucap Ara yang tahu nama desa
itu dari selendang juga berderet dengan nama bu Farida.
Pak satpam penjaga kompleks di depan mereka tertawa lepas
,;iya mbak,desa mulyasari ada tapi dua puluh tahun lalu,sekarang sudah
jadi villa villa yang mbak lihat,;ucapnya jutek
Ara hanya bisa saling berpandangan dengan Ana dan Lia.
karena itu setelah mereka kembali ke desanya,Ara dan Ana tanpa Lia,gadis ini
menemani orang tuanya pergi ke surabaya.
Mencari alamat yang di beritahu bu Farida,karena mereka penasaran
tentang kampung masa lalu yang tiba tiba muncul di hadapan kami.
wanita penerima mereka yang seusia bu Farida,cuma beda nilai saja kalau
bu Farida nilainya enam yang ini delapan ngerti kan maksudnya!;,
terkejut mendengar kami menanyakan soal bu Farida
,;jujur ya dik,bu farida itu istri pertama suami saya,dia meninggal
dua puluh tahun lalu,;ucap wanita itu lembut
,;apa bu,sungguh kami baru bertemu kemarin,dia memberi selendang
ini!,;serunya mengambil selendang pemberian bu Farida,
dengan tangan bergetar,wanita itu menerimanya
,;ini selendang yang di gunakannya waktu kawin sama kang dani,;ucapnya
lembut tapi terlihat ketakutan
,;ya sudah bu,kalau begitu kami permisi,;ucap Ara menjawil Ana yang
plenggang plenggong mirip sapi ompong,
,;dik..tolong bawa kembali selendangnya,adik kan yang di kasih,;ucap
wanita itu yang mengangsurkan selendang ke tangan Ara,dia mengambilnya
dan buru buru pergi di ikuti Ana.
,;an..selendang bu farida hilang!,;teriaknya setelah mengacak ngacak
isi tasku,tidak ketemu juga
,;masak sih!,;teriak Ana kemayu bikin Ara nafsu menjitak kepalanya.
kanan hulu sungai yang hilirnya melewati daerah tempat tinggal Ara.
Ana dan Lia senam aerobik di iringi musik dangdut koplo
,;aduh an..bukan begitu gerakanmu,itu sih bukan aerobik,tapi banci
lagi jualan!,;teriak Lia jengkel
Ana cemberut sebal,maklum Ana agak kemayu berbeda dengan Lia yang tangkas
,;sudah sudah non,sore sore seharusnya jalan jalan bukan
aerobik,yuk..kita lihat villa sebelah,;ucap Ara mendamaikan kedua
sahabatnya lalu melangkah pergi menuju jembatan yang membawa mereka ke
villa seberang sungai.
walau sudah mulai maghrib,tapi mereka tetap asyik jalan jalan sambil
bercanda ketika mereka menyadari,tiba tiba daerah di sekitar mereka masuk
perkampungan penduduk
,;di mana kita,;ucap Ana memandang rumah rumah penduduk yang terbuat
dari bambu,dan ada sebuah warung sederhana dari bambu juga,di sana
banyak laki laki yang hanya memakai sarung seperti orang desa umumnya sedang minum kopi
,;malam pak!,;sapa Ana yang sama sekali tidak di tanggapi
,;somse!,;seru Lia jengkel
somse perpendekan dari kata sombong sekali
,;sudah..bukannya mereka sombong,justru curiga pada kita,lihat pakaian
mereka lihat pakaian kita,;ucapnya lembut,kedua sahabatnya memperhatikan
perbedaan mereka,Ara tersenyum geli,saat lagu yang terdengar dari radio
adalah hati yang luka dari Betharia Sonata,tapi saat mendengar suara
penyiarnya,Ara tertegun
,;baik bersama saya lagi,rosalia dari radio Rajawali,;
,,;bukankah radio rajawali adalah radio berjalur AM,yang sekarang
sudah tidak trend lagi,dan radio ini sudah mati sejak sepuluh tahun
lalu,;bisik hati Ara
,;ara..lihat,ada seorang wanita melambai tangannya pada kita!,;seru
Lia menarik tangan Ara mendekati ibu itu
,;masuklah..singgahlah di sini dulu,sudah ibu siapkan hidangan
sederhana,;ucap ibu itu bersahabat,mereka bertiga seketika terhipnotis menuju rumah sederhana itu.
sambil menikmati teh manis dan ubi jalar goreng,mereka bersenda gurau
sampai akhirnya si ibu curhat
,;kampung ini akan di gusur untuk di jadikan villa oleh orang orang
kaya di bawah sana,;
ucapnya sendu
,;jadi ibu akan pindah dari sini?,;tanya Ara
,;walau terpaksa,iya,;ucapnya lirih tapi Ara melihat kilatan amarah di matanya
,;lalu ibu akan tinggal di mana?,;tanyanya haru
,;ke kompleks perumahan di hilir sungai ini,tepatnya blok c nomer 10,;
aku tersenyum
,;wah..sepertinya kita pamit dulu bu,sudah malam!,;seru Ana memandang
jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh
,;ya sudah,ini oleh oleh dari ibu,selendang putih kesukaan
ibu,;ucapnya memberikan bungkusan pada Ara,
,;terima kasih bu,atas jamuannya dan hadiahnya,;
,;nanti sebelum pulang,kita mampir ke sini,;janji Lia
dia tersenyum manis.
sudah tiga hari mereka di villa bapaknya Ana,kini saatnya pulang,mereka
mencari kediaman bu Farida,nama yang tertulis di selendangnya untuk
memberi hadiah berupa kebaya untuknya.
setelah berputar putar di kiri sungai hanya ada deretan villa,tidak
ada lagi perkampungan penduduk
,;pak sungguh kami kemarin kesini,ada perkampungan penduduk di sini
kalau tidak salah namanya desa mulyasari,;ucap Ara yang tahu nama desa
itu dari selendang juga berderet dengan nama bu Farida.
Pak satpam penjaga kompleks di depan mereka tertawa lepas
,;iya mbak,desa mulyasari ada tapi dua puluh tahun lalu,sekarang sudah
jadi villa villa yang mbak lihat,;ucapnya jutek
Ara hanya bisa saling berpandangan dengan Ana dan Lia.
karena itu setelah mereka kembali ke desanya,Ara dan Ana tanpa Lia,gadis ini
menemani orang tuanya pergi ke surabaya.
Mencari alamat yang di beritahu bu Farida,karena mereka penasaran
tentang kampung masa lalu yang tiba tiba muncul di hadapan kami.
wanita penerima mereka yang seusia bu Farida,cuma beda nilai saja kalau
bu Farida nilainya enam yang ini delapan ngerti kan maksudnya!;,
terkejut mendengar kami menanyakan soal bu Farida
,;jujur ya dik,bu farida itu istri pertama suami saya,dia meninggal
dua puluh tahun lalu,;ucap wanita itu lembut
,;apa bu,sungguh kami baru bertemu kemarin,dia memberi selendang
ini!,;serunya mengambil selendang pemberian bu Farida,
dengan tangan bergetar,wanita itu menerimanya
,;ini selendang yang di gunakannya waktu kawin sama kang dani,;ucapnya
lembut tapi terlihat ketakutan
,;ya sudah bu,kalau begitu kami permisi,;ucap Ara menjawil Ana yang
plenggang plenggong mirip sapi ompong,
,;dik..tolong bawa kembali selendangnya,adik kan yang di kasih,;ucap
wanita itu yang mengangsurkan selendang ke tangan Ara,dia mengambilnya
dan buru buru pergi di ikuti Ana.
,;an..selendang bu farida hilang!,;teriaknya setelah mengacak ngacak
isi tasku,tidak ketemu juga
,;masak sih!,;teriak Ana kemayu bikin Ara nafsu menjitak kepalanya.
Selasa, 12 Juli 2011
Kamis, 07 Juli 2011
Boneka Kuntilanak 2(cerita horor romantis dari serial duda mencari cinta)
,"kau jahat mila,mengapa kau gigit ayahku!,"seru Mita kesal
,"ayah itu jahat,dia jahat!,"teriak si boneka,lalu merintih rintih,timbul iba di hatiku,aku menghampirinya mengelus kepalaku
,"ayah itu tidak jahat,siapa ayahmu?,"tanyaku memandang mata birunya yang memandangku
,"maukah kau mengantarku ke ayahku?,"tanyanya,aku mengangguk,
aku berjalan kaki mengikuti boneka ini yang ternyata kalau berjalan cepat sekali,Mita kelihatan kewalahan memburunya
,"jangan cepat cepat!,"teriak Mita
,"maaf ya..aku mau cepat ketemu ayah,"ucap boneka bernama Mila memperlambat jalannya.
kami sampai ke sebuah rumah besar yang ku tahu siapa pemiliknya,pak Supri,tauke sawit kaya di desaku.
tanpa ku dorong,pintu pagar rumah besar ini terbuka,sesampainya di halaman rumah,Mila berhenti
,"aku sering main di situ,"ucap boneka di depanku,aku mengernyitkan dahi,bukankah yang suka main ayunan adalah putri,anak pak Supri dari isteri pertama yang mengalami keterbelakangan mental,karena putri inilah pak Supri bercerai dengan isterinya,dia beralasan istrinya memiliki bibit cacat,kabar terakhir yang ku dengar,putri ikut ibunya ke jawa.
,"ah..!,"teriak Mila bersamaan angin kencang berhembus,membuka paksa semua jendela dan pintu rumah besar ini.
,"brakk!,"
pak Supri keluar dari rumah besar bersama isteri kedua,mbak Astini mantan bunga desa
,"itu ayahku!,"teriak boneka Mila
,"apa ini mas jarwo!,"teriak pak Supri memandangku tajam
,"boneka ini bilang,bahwa kau ayahnya,"
,"lelucon apa ini,kau mau menghancurkan nama baikku!,"teriaknya menghampiriku,tinggal satu meter dari tempatku berada,boneka setan itu melompat menggigit pak Supri
,"mila lepaskan,kita bicara baik baik!,"teriakku,boneka itu mengerti,dia melompat turun
,"mila.. putri kamila putriku,"ucap pak Supri sendu
,"iya..yang tega kau bunuh,mayatku kau kubur di padang ilalang,demi menikahi wanita sialan itu yang tak mau menerimaku,malu katanya!,"teriak Mila,menyerang Asti ganas,aku mencoba menghalanginya tapi kedua kakiku tidak bisa bergerak,sedang suaraku tidak bisa keluar,begitupun yang terjadi pada pak Supri dan Mita,terdengar suara cekikikan khas kuntilanak dari atas pohon
,"ayo mil..bunuh perempuan biadab itu,ha..ha!,"
tiba tiba aku ingat yang maha kuasa,ku baca ayat pengusir setan,
,"ah..!,"teriak bu kunti lalu melesat pergi,aku terbebas dari belenggunya,secepat kilat aku mengambil boneka itu dari leher asti,darah mengucur deras dari lehernya
,"tolong aku,"ucapnya lirih
,"aku harus membunuhnya!,"teriak Mila
,"jangan mil,jadilah kau anak baik,persoalan ini serahkan pada pak jarwo,"ucapku lembut,boneka itu mengangguk.
pak Supri memeluk boneka itu
,"maafkan bapak,demi nama baik dan isteri cantik,aku tega menuruti permintaan asti membunuhmu,bunuhlah ayah,jika kematianku bisa menghapus dosaku!,"serunya bercucuran airmata
,"tidak yah..bagaimanapun kau ayahku,"ucapnya lembut
aku mengelus kepalanya.
walau mengalami pendarahan,Asti selamat dari maut,pak Supri dan Asti menyerahkan diri pada polisi
,"pak jarwo,tolong sempurnakan arwah mila,"ucap pak Supri,mencium boneka yang kini di gendong Mita
,"iya..aku akan lakukan yang terbaik untuk mila,"ucapku lembut,kami bertiga memandang pak Supri menaiki mobil polisi sedang Asti masih harus di rawat rumah sakit,aku melirik boneka itu yang rupanya bisa menangis karena haru.
Untuk urusan ini aku mencari bantuan ustad Fuad(episode:di taksir kuntilanak)
,"jadi atas bujukan isteri keduanya,pak supri membunuh putrinya lalu di kubur di padang ilalang,seorang kuntilanak memasukkan arwahnya ke boneka kesayangan mila,itu yang terjadi melalui penerawangan saya,"ucap pak ustad Fuad mempermainkan jenggotnya
,"apa yang harus kita lakukan pak ustad?,"tanyaku serius.
,"besok kita bongkar kuburnya,mayatnya di kuburkan secara baik baik,kita bakar boneka itu setelah ku pisahkan arwahnya dari boneka,"
bersama ustad Fuad dan di bantu penduduk desa,aku melakukan ritual pembebasan arwah Mila.
pada hari jum'at ini aku mengajak putriku mengunjungi makam Mila
,"istirahat yang tenang di sana ya mil,ini ku bawakan bunga mawar untukmu,"ucap Mita menangis mengelus nisan Mila yang sepantaran Mita jika hidup.
,"ayah itu jahat,dia jahat!,"teriak si boneka,lalu merintih rintih,timbul iba di hatiku,aku menghampirinya mengelus kepalaku
,"ayah itu tidak jahat,siapa ayahmu?,"tanyaku memandang mata birunya yang memandangku
,"maukah kau mengantarku ke ayahku?,"tanyanya,aku mengangguk,
aku berjalan kaki mengikuti boneka ini yang ternyata kalau berjalan cepat sekali,Mita kelihatan kewalahan memburunya
,"jangan cepat cepat!,"teriak Mita
,"maaf ya..aku mau cepat ketemu ayah,"ucap boneka bernama Mila memperlambat jalannya.
kami sampai ke sebuah rumah besar yang ku tahu siapa pemiliknya,pak Supri,tauke sawit kaya di desaku.
tanpa ku dorong,pintu pagar rumah besar ini terbuka,sesampainya di halaman rumah,Mila berhenti
,"aku sering main di situ,"ucap boneka di depanku,aku mengernyitkan dahi,bukankah yang suka main ayunan adalah putri,anak pak Supri dari isteri pertama yang mengalami keterbelakangan mental,karena putri inilah pak Supri bercerai dengan isterinya,dia beralasan istrinya memiliki bibit cacat,kabar terakhir yang ku dengar,putri ikut ibunya ke jawa.
,"ah..!,"teriak Mila bersamaan angin kencang berhembus,membuka paksa semua jendela dan pintu rumah besar ini.
,"brakk!,"
pak Supri keluar dari rumah besar bersama isteri kedua,mbak Astini mantan bunga desa
,"itu ayahku!,"teriak boneka Mila
,"apa ini mas jarwo!,"teriak pak Supri memandangku tajam
,"boneka ini bilang,bahwa kau ayahnya,"
,"lelucon apa ini,kau mau menghancurkan nama baikku!,"teriaknya menghampiriku,tinggal satu meter dari tempatku berada,boneka setan itu melompat menggigit pak Supri
,"mila lepaskan,kita bicara baik baik!,"teriakku,boneka itu mengerti,dia melompat turun
,"mila.. putri kamila putriku,"ucap pak Supri sendu
,"iya..yang tega kau bunuh,mayatku kau kubur di padang ilalang,demi menikahi wanita sialan itu yang tak mau menerimaku,malu katanya!,"teriak Mila,menyerang Asti ganas,aku mencoba menghalanginya tapi kedua kakiku tidak bisa bergerak,sedang suaraku tidak bisa keluar,begitupun yang terjadi pada pak Supri dan Mita,terdengar suara cekikikan khas kuntilanak dari atas pohon
,"ayo mil..bunuh perempuan biadab itu,ha..ha!,"
tiba tiba aku ingat yang maha kuasa,ku baca ayat pengusir setan,
,"ah..!,"teriak bu kunti lalu melesat pergi,aku terbebas dari belenggunya,secepat kilat aku mengambil boneka itu dari leher asti,darah mengucur deras dari lehernya
,"tolong aku,"ucapnya lirih
,"aku harus membunuhnya!,"teriak Mila
,"jangan mil,jadilah kau anak baik,persoalan ini serahkan pada pak jarwo,"ucapku lembut,boneka itu mengangguk.
pak Supri memeluk boneka itu
,"maafkan bapak,demi nama baik dan isteri cantik,aku tega menuruti permintaan asti membunuhmu,bunuhlah ayah,jika kematianku bisa menghapus dosaku!,"serunya bercucuran airmata
,"tidak yah..bagaimanapun kau ayahku,"ucapnya lembut
aku mengelus kepalanya.
walau mengalami pendarahan,Asti selamat dari maut,pak Supri dan Asti menyerahkan diri pada polisi
,"pak jarwo,tolong sempurnakan arwah mila,"ucap pak Supri,mencium boneka yang kini di gendong Mita
,"iya..aku akan lakukan yang terbaik untuk mila,"ucapku lembut,kami bertiga memandang pak Supri menaiki mobil polisi sedang Asti masih harus di rawat rumah sakit,aku melirik boneka itu yang rupanya bisa menangis karena haru.
Untuk urusan ini aku mencari bantuan ustad Fuad(episode:di taksir kuntilanak)
,"jadi atas bujukan isteri keduanya,pak supri membunuh putrinya lalu di kubur di padang ilalang,seorang kuntilanak memasukkan arwahnya ke boneka kesayangan mila,itu yang terjadi melalui penerawangan saya,"ucap pak ustad Fuad mempermainkan jenggotnya
,"apa yang harus kita lakukan pak ustad?,"tanyaku serius.
,"besok kita bongkar kuburnya,mayatnya di kuburkan secara baik baik,kita bakar boneka itu setelah ku pisahkan arwahnya dari boneka,"
bersama ustad Fuad dan di bantu penduduk desa,aku melakukan ritual pembebasan arwah Mila.
pada hari jum'at ini aku mengajak putriku mengunjungi makam Mila
,"istirahat yang tenang di sana ya mil,ini ku bawakan bunga mawar untukmu,"ucap Mita menangis mengelus nisan Mila yang sepantaran Mita jika hidup.
Rabu, 06 Juli 2011
Boneka Kuntilanak (cerita horor misteri dari serial duda mencari cinta)
Angin bertiup kencang,mendung di langit menggantung,hujan sebentar lagi turun,aku berlari lari kecil menuju tanah lapang di penuhi alang alang,m
encari Mita yang
bersama Rian,putra Niswa sebaya dengan putriku
,"mita..,rian!,"teriakku
,"ah..!,"teriakku waktu menabrak sesosok tubuh,kami jatuh bersama,aku menindihnya
,"mas jarwo,"ucap sesosok tubuh itu yang ternyata niswa
,"maaf wa..mas jarwo tidak sengaja,"ucapku malu mencoba bangkit,dia malah menarik pinggangku,membuat dadaku menabrak payudaranya berukuran small
,"apa apaan kamu wa!,"teriakku buru buru bangkit bersamaan teriakkan putriku memanggilku
,"ayah..!,"
,"di sini sayang!,"
Mita dan Rian kini tiba di depanku,aku memandang barbie lusuh,yang kini di pegang Mita,aku melihat aura gaib dari mata birunya si barbie
,"darimana kau dapat itu sayang?,"
,"mita nemu di sana pak jarwo,"ucap Rian menjawab pertanyaanku
,"buang sayang,"ucapku lembut mengelus kepala Mita
,"tidak ayah,mita suka,"rengek Mita
,"niswa tahu mas jarwo bisa membelikan boneka lagi,tapi mita suka jadi biarkan saja,hitung hitung nyenengi anak,"ucapnya genit
,"ya sudah..kalau begitu kita pulang,"ucapku menarik tangan Mita,saat itu aku melihat sekelebat bayangan putih melayang cepat di atas alang alang lalu hilang menuju kebun sawit samping ladang alang alang ini.
Malam mulai larut,setelah menidurkan putriku,aku pergi ke ruang tamu menonton TV,tak berapa lama terdengar lagu bintang kecil dari kamar kedua putriku,aku diam saja..mungkin Mita bangun,mencoba bersenandung
bintang kecil.
bintang kecil di langit yang biru,amat banyak menghias angkasa,aku ingin terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada
lama lama ku dengar itu bukan suara Mita,tapi suara gadis lain yang terasa mengerikan,aku buru buru ke kamar Mita,
mataku melotot tajam,boneka itu bisa bernyanyi dan menari layaknya manusia padahal aku tahu itu boneka plastik tanpa baterai,dia memandangku tajam
,"mana ayahku..mana ibuku?,"tanyanya sambil menggoyang goyangkan kepalanya,aku panik,ini boneka setan berbahaya untuk anakku,aku buru buru mengambilnya,
,"lepaskan!,"teriaknya,tapi aku tak peduli,tetap memegangnya berlari menuju ladang ilalang belakang SD,aku melemparkannya
,"enyah kau setan,jangan kembali lagi!,"teriakku bersamaan angin bertiup kencang sekali bagai hembusan napas setan,terdengar jeritan pilu dari padang ilalang ini,aku bergidik ngeri,buru buru meninggalkan tempat ini.
aku lagi menyiapkan sarapan di meja makan,saat Mita yang sudah berpakaian seragam mendekatiku
,"ayah..boneka mita kok hilang?,"tanyanya cemberut
,"ayah..tidak tahu sayang,mungkin kamu salah meletakkan,yang penting kamu berangkat sekolah dulu,setelah pulang nanti di cari,"ucapku memandang sayang putri pertamaku ini,walau agak keberatan,Mita terpaksa mengangguk
,"satu lagi mit..ayah nanti penataran di kota kabupaten,pulangnya nanti malam,jadi kalau sudah malam,ayah belum pulang,susullah nastiti ke rumah nenek,"ucapku lembut,lagi lagi Mita mengangguk.
Aku baru saja mandi,hanya memakai lilitan handuk ketika ibuku datang,
,"jadi sehari ini narmita tidak ke rumah
ibu?,"tanyaku tidak percaya
,"iya wo,ibu juga bingung,mau nelepon kamu susah,ku jenguk ke sini pintu di kunci,ku pikir ikut kamu le,"ucap ibuku panik
aku menghela napas.
,"biar ku cari ke rumah rian,ibu jaga nasti aja,"
,"rian..kamu tahu kemana mita?,"tanyaku pada Rian
anak itu menggeleng,
,"terakhir kali kamu ketemu mita di mana le?,"ucapku lembut
,"tidak usah takut ceritakan pada pak jarwo,"ucap Niswa sok perhatian,membuat suaminya melengos ke samping
,"waktu di sekolahan,tapi paginya mita bahagia karena boneka barbie yang hilang sudah menunggu di pintu kelas,"ucap Rian polos,
,"terima kasih le..sekarang pak jarwo tahu di mana mita berada,"ucapku resah karena tahu putriku berurusan dengan sesuatu yang gaib
,"wa..mas suwarno,aku pergi dulu,terima kasih waktunya,"
,"biar niswa bantu mas,"ucap Niswa,yang lengannya langsung di genggam suaminya
,"tidak usah..aku bisa sendiri,"ucapku melangkah pergi
,"dasar perempuan tak tahu malu,di depan suami masih memberi perhatian padaku!,"makiku dalam hati.
Aku pandang hamparan padang ilalang ini,cahaya bulan purnama menyinari jalanku,lolongan anjing terdengar bersahutan,insting mereka sepertinya berbicara kalau iblis sedang menabur kejahatan di muka bumi,tiba tiba telingaku mendengar suara tawa dua gadis kecil,salah satunya tawa Mita anakku,aku buru buru menghampiri tempat asal suara,mataku melotot putriku yang masih berseragam SD berkejaran dengan boneka barbie itu
,"hentikan mit!,"teriakku
,"ayah..,"ucapnya memandangku penuh rasa bersalah,
,"ah..!,"teriakku karena boneka setan ini menyerang leherku,aku bergumul dengannya,dia mengigit leherku,aku berhasil mencekik lehernya lalu membuangnya ke tanah.
encari Mita yang
bersama Rian,putra Niswa sebaya dengan putriku
,"mita..,rian!,"teriakku
,"ah..!,"teriakku waktu menabrak sesosok tubuh,kami jatuh bersama,aku menindihnya
,"mas jarwo,"ucap sesosok tubuh itu yang ternyata niswa
,"maaf wa..mas jarwo tidak sengaja,"ucapku malu mencoba bangkit,dia malah menarik pinggangku,membuat dadaku menabrak payudaranya berukuran small
,"apa apaan kamu wa!,"teriakku buru buru bangkit bersamaan teriakkan putriku memanggilku
,"ayah..!,"
,"di sini sayang!,"
Mita dan Rian kini tiba di depanku,aku memandang barbie lusuh,yang kini di pegang Mita,aku melihat aura gaib dari mata birunya si barbie
,"darimana kau dapat itu sayang?,"
,"mita nemu di sana pak jarwo,"ucap Rian menjawab pertanyaanku
,"buang sayang,"ucapku lembut mengelus kepala Mita
,"tidak ayah,mita suka,"rengek Mita
,"niswa tahu mas jarwo bisa membelikan boneka lagi,tapi mita suka jadi biarkan saja,hitung hitung nyenengi anak,"ucapnya genit
,"ya sudah..kalau begitu kita pulang,"ucapku menarik tangan Mita,saat itu aku melihat sekelebat bayangan putih melayang cepat di atas alang alang lalu hilang menuju kebun sawit samping ladang alang alang ini.
Malam mulai larut,setelah menidurkan putriku,aku pergi ke ruang tamu menonton TV,tak berapa lama terdengar lagu bintang kecil dari kamar kedua putriku,aku diam saja..mungkin Mita bangun,mencoba bersenandung
bintang kecil.
bintang kecil di langit yang biru,amat banyak menghias angkasa,aku ingin terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada
lama lama ku dengar itu bukan suara Mita,tapi suara gadis lain yang terasa mengerikan,aku buru buru ke kamar Mita,
mataku melotot tajam,boneka itu bisa bernyanyi dan menari layaknya manusia padahal aku tahu itu boneka plastik tanpa baterai,dia memandangku tajam
,"mana ayahku..mana ibuku?,"tanyanya sambil menggoyang goyangkan kepalanya,aku panik,ini boneka setan berbahaya untuk anakku,aku buru buru mengambilnya,
,"lepaskan!,"teriaknya,tapi aku tak peduli,tetap memegangnya berlari menuju ladang ilalang belakang SD,aku melemparkannya
,"enyah kau setan,jangan kembali lagi!,"teriakku bersamaan angin bertiup kencang sekali bagai hembusan napas setan,terdengar jeritan pilu dari padang ilalang ini,aku bergidik ngeri,buru buru meninggalkan tempat ini.
aku lagi menyiapkan sarapan di meja makan,saat Mita yang sudah berpakaian seragam mendekatiku
,"ayah..boneka mita kok hilang?,"tanyanya cemberut
,"ayah..tidak tahu sayang,mungkin kamu salah meletakkan,yang penting kamu berangkat sekolah dulu,setelah pulang nanti di cari,"ucapku memandang sayang putri pertamaku ini,walau agak keberatan,Mita terpaksa mengangguk
,"satu lagi mit..ayah nanti penataran di kota kabupaten,pulangnya nanti malam,jadi kalau sudah malam,ayah belum pulang,susullah nastiti ke rumah nenek,"ucapku lembut,lagi lagi Mita mengangguk.
Aku baru saja mandi,hanya memakai lilitan handuk ketika ibuku datang,
,"jadi sehari ini narmita tidak ke rumah
ibu?,"tanyaku tidak percaya
,"iya wo,ibu juga bingung,mau nelepon kamu susah,ku jenguk ke sini pintu di kunci,ku pikir ikut kamu le,"ucap ibuku panik
aku menghela napas.
,"biar ku cari ke rumah rian,ibu jaga nasti aja,"
,"rian..kamu tahu kemana mita?,"tanyaku pada Rian
anak itu menggeleng,
,"terakhir kali kamu ketemu mita di mana le?,"ucapku lembut
,"tidak usah takut ceritakan pada pak jarwo,"ucap Niswa sok perhatian,membuat suaminya melengos ke samping
,"waktu di sekolahan,tapi paginya mita bahagia karena boneka barbie yang hilang sudah menunggu di pintu kelas,"ucap Rian polos,
,"terima kasih le..sekarang pak jarwo tahu di mana mita berada,"ucapku resah karena tahu putriku berurusan dengan sesuatu yang gaib
,"wa..mas suwarno,aku pergi dulu,terima kasih waktunya,"
,"biar niswa bantu mas,"ucap Niswa,yang lengannya langsung di genggam suaminya
,"tidak usah..aku bisa sendiri,"ucapku melangkah pergi
,"dasar perempuan tak tahu malu,di depan suami masih memberi perhatian padaku!,"makiku dalam hati.
Aku pandang hamparan padang ilalang ini,cahaya bulan purnama menyinari jalanku,lolongan anjing terdengar bersahutan,insting mereka sepertinya berbicara kalau iblis sedang menabur kejahatan di muka bumi,tiba tiba telingaku mendengar suara tawa dua gadis kecil,salah satunya tawa Mita anakku,aku buru buru menghampiri tempat asal suara,mataku melotot putriku yang masih berseragam SD berkejaran dengan boneka barbie itu
,"hentikan mit!,"teriakku
,"ayah..,"ucapnya memandangku penuh rasa bersalah,
,"ah..!,"teriakku karena boneka setan ini menyerang leherku,aku bergumul dengannya,dia mengigit leherku,aku berhasil mencekik lehernya lalu membuangnya ke tanah.
Langganan:
Postingan (Atom)















